FISIP UNTAN

Rektor Ajak Lulusan Fisip Untan Membangun Desa

Yudisium dan Syukuran ini dihadiri oleh Rektor Untan, Prof. Dr. H. Garuda Wiko SH Msi,  Dekan Dr. Martoyo M.A, Wakil Dekan, Anggota Senat FISIP, para calon wisudawan dan wisudawati serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya Rektor Untan mengingatkan kepada lulusan FISIP untuk berterima kasih kepada orang tua.

“Dibalik keberhasilan saudara pada hari ini ada jerih payah orang lain, ada doa yang mengalir siang dan malam, ada keringat yang keluar bahkan air mata yang diam-diam menetes tanpa saudara (wisudawan) ketahui, tolong itu diingat bisa datang dari siapapun dan terutama datang dari kedua orang tua,” tuturnya.

Rektor Untan mengatakan kemajuan teknologi menggeser sedikit peran tenaga kerja manusia, “ Itu harus kita hadapi dan kita jawab, dan jawabannya adalah inovasi, jangan masuk ke zona nyaman, jangan berpikir bekerja untuk orang lain tapi berpikirlah untuk menciptakan pekerjaan sendiri kecuali yang sudah diterima kerja”.

Prof Garuda Wiko memaparkan, dari 2013 jumlah Desa di Kalimantan Barat, baru terdapat 1 Desa Mandiri. Melihat kondisi tersebut, Prof Garuda Wiko berpesan kepada lulusan yang hari ini diyudisium dapat menjadi inspirasi, “Kalau desa memerlukan tenaga dan keahlian kita, mari menjadi pelopor pembangunan desa,” ajaknya.

Dirinya melanjutkan, sekarang sudah ada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Pemprov Kalbar punya program-program terkait langsung dengan pembangunan desa, 400 Desa Mandiri ditergetkan oleh Gubernur kalbar, dan itu menjadi tantangan tersendiri untuk para lulusan Universitas Tanjungpura.

Pada Yudisium kali ini Fisip Untan meluluskan 80 orang dari Program Pasca Sarjana, 109 dari Program Sarjana dan Diploma sebanyak 13 orang.

Pada program magister, lulusan tercepat diraih oleh Yunika Depri Listiana dari Prodi Ilmu Administrasi Publik dengan masa studi 1 Tahun 10 Bulan 15 Hari, sedangkan untuk lulusan termuda diraih oleh Fuzy Firda Zhan dari Prodi Ilmu Politik dengan usai saat lulus 24 Tahun 2 Bulan 17 Hari dan Lulusan IPK Tertinggi Lily Yunizar dari Prodi Ilmu Sosiologi dengan IPK 3,89.

Sedangkan Untuk Program Sarjana (S-1) lulusan tercepat atas nama Khosim dari prodi Sosiologi dengan masa studi 3 Tahun 6 Bulan 20 Hari, lulusan IPK tertinggi diraih oleh Siti Ani Yasindo dari prodi Pembangunan Sosial dengan IPK 3,82 dan lulusan termuda atas nama Zhafiera Ivaliant Amanda dari prodi Ilmu Komunikasi dengan usia pada saat lulus 20 Tahun 11 Bulan 8 Hari.

Sumber : kurniadi/sukardi, Thetanjungpuratimes

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *