FISIP UNTAN

AJJ ke Institute Dayakologi: Gerakan Melawan Ketekoran Budaya (2)

AJJ ke Institute Dayakologi: Gerakan Melawan Ketekoran Budaya

Pontianak, FISIP UNTAN- Setelah berkunjung dan belajar di Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Kalimantan Barat, kegiatan Antropologi Jalan-Jalan (AJJ) berlanjut ke Institut Dayakologi (ID). Program Studi Antropologi Sosial FISIP Universitas Tanjungpura membawa mahasiswa baru angkatan 2018 turut serta dalam kegiatan ini. Tujuan kegiatan Antropologi Jalan-Jalan (AJJ) adalah untuk mendekatkan mahasiswa pada kerja-kerja kebudayaan yang dilakukan oleh para praktisi kebudayaan maupun lembaga kebudayaan.

» Read more

AJJ ke Institute Dayakologi: Gerakan Melawan Ketekoran Budaya (1)

Pontianak, FISIP UNTAN- Setelah berkunjung dan belajar di Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Kalimantan Barat, kegiatan Antropologi Jalan-Jalan (AJJ) berlanjut ke Institut Dayakologi (ID). Program Studi Antropologi Sosial FISIP Universitas Tanjungpura membawa mahasiswa baru angkatan 2018 turut serta dalam kegiatan ini. Pada Kamis, 6 Desember 2018.

» Read more

Diskusi Lintas Sektor: Kemana Arah Pembangunan Perkebunan Sawit?

Pontianak, FISIP UNTAN –  Tiga keynote speaker yaitu Prof. Dr. Ir. Sigit Hardwinarto, M.Agr., , Drs. Alexander Rombonang, MMA, dan Prof. Dr. Susetyawan, SU, telah menyampaikan presentasi di depan forum Konferensi Nasional dan Kongres APSI II di Hotel Golden Tulip, Pontianak (27 Juli 2018). Kegiatan dilanjutkan dengan acara diskusi lintas sektoral yang mengundang empat pembicara dari wakil pemerintah daerah, perusahaan dan akademisi.

» Read more

Susetiawan: Moralitas dalam Pembangunan Sosial

Pontianak, FISIP UNTAN –  Ketua Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI), Prof. Dr. Susetiawan, SU, menjadi keynote speaker yang ketiga. Ruangan konferensi pun nampak bertambah rame dengan kehadiran para peneliti dari berbagai instansi pemerintah di Kalimantan Barat, akademisi dari kampus yang ada di Kalimantan Barat dan praktisi yang bekerja di perusahaan maupun LSM.

» Read more

Mohamad Nasir: Ayo Buat Startup yang Banyak

Kemenristekdikti – Di era disrupsi teknologi revolusi industri 4.0, terjadi perubahan signifikan, hal tersebut antara lain dilihat dari keinginan masyarakat untuk mendapatkan sesuatu dengan mudah lewat teknologi. Karenanya menurut Nasir diperlukan banyak perusahaan pemula berbasis teknologi/startup agar masyarakat zaman now dapat terpenuhi kebutuhannya. Hal tersebut dikatakan Nasir saat menjadi pembicara kuliah umum dengan tema “Membangun Startup Menuju Revolusi Industri” di Kampus STMIK STIKOM Bali, Jumat (2/2).

» Read more

1 2 3