WEDUPRO- Website Edukasi Professor

Kemenristekdikti dan Kemenkes Sepakat Membentuk Komite Bersama

JAKARTA – Dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 288/M/KPT/2016 tentang Perubahan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 195/M/KPT/2016 tentang Komite Bersama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Kesehatan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penelitian dan Pelayanan Kesehatan.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah menyelenggarakan “Peluncuran Program dan Pengukuhan Komite Bersama KEMENRISTEKDIKTI dengan KEMKES dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penelitian dan Pelayanan Kesehatan” pada 16 September 2016 di Auditorium DIKTI Gedung D, lantai 2, dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.30 WIB.

Pengukuhan Komite Bersama diawali dengan Presentasi Prof.dr. Ali Ghufron Mukti (Dirjen. Sumber Daya Iptek dan Dikti) selaku Ketua Komite Bersama dalam laporannya memaparkan antara lain, mengenai Landasan Hukum, Struktur Komite Bersama, Tugas Utama Komite Bersama, Rapat Kerja Komite, Program Unggulan, RS PTN sebagai Pilot Project RSP, Target Capaian Kinerja Tahun 2016, Aktualisasi Academic Health System (AHS) yang mencakup : Konsep AHS; Implemantasi AHS; Pemangku Kepentingan AHS dan Manfaat Sinergitas AHS.

Menristek saat pidato pada Pengukuhan Komite Bersama menyampaikan, bahwa “kondisi real di lapangan yang perlu kita perhatikan, adalah dengan keluarnya Undang-undang yang terkait pada Pendidikan Kedokteran, Tenaga Kesehatan, Undang-undang Perawat maupun Peraturan Pemerintah tentang Rumah Sakit Pendidikan ternyata akan memberikan suatu corak atau keanekaragaman dalam pengelolaanya, yang akibatnya untuk suatu kebijakan akan menjadi problem bagi kita semuanya, untuk itu saya mohon dalam hal ini kita bagaimana dapat mensingkronkan tujuan-tujuan tersebut untuk mencapai pada Pendidikan, Penelitian dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan menjadi lebih baik, untuk itu saya sangat berharap koordinasi Komite Bersama ini dapat berjalan dengan baik”, kata M. Nazir

Menteri Kesehatan menyampaikan pidatonya, bahwa “saya percaya Komite Bersama ini dapat pula memikirkan strategi pendekatan baru untuk memecahkan persoalan-persoalan yang kita hadapi, sehingga perlu kerjasama antara pemangku kepentingan, karena peningkatan kualitas pendidikan, penelitian tidak dapat terjadi tanpa peningkatan mutu pelayanan kesehatan, dalam kaitan itu koordinasi integrasi antara Lembaga Pendidikan dan Institusi Pelayanan Kesehatan menjadi wahana Pendidikan yang sangat penting, saya berharap Komite Bersama dapat mendorong diimplementasikannya Academic Health System secara lebih luas yang mengitegrasikan sistem pendidikan dan sistem kesehatan, sehingga dapat menghasilkan SDM berkualitas sekaligus tentunya membantu kami dalam mutu pelayanan kesehatan masyarakat”, kata Nila Muluk

Kegiatan Pengukuhan Komite Bersama dihadiri oleh para pejabat Eselon I, II, dan III baik di lingkungan Kementerian Ristek dan Dikti maupun Kementerian Kesehatan serta Direktur Utama BPJS Kesehatan.

Agenda selanjutnya dilaksanakan Konferensi Pers dengan para wartawan media cetak dan elektronik, pada kesempatan ini Menteri Ristek dan Dikti, Menteri Kesehatan didampingi oleh Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti sebagai Moderator.

Setelah acara Pengukuhan Komite Bersama oleh Menteri Ristek dan Dikti, dilanjutkan dengan diskusi dan pembahasan Komite Bersama dipimpin oleh Dirjen Sumber Daya dan Dikti dilanjutkan sesi perkenalan oleh masing-masing Bidang. (BSA/ditjensdid)

TGIF : Merangkai dan Membangun Inovasi Secara Global

Serpong- Pagelaran forum para pemerhati inovasi dan inovator seluruh dunia, Tangerang Selatan Global Innovation Forum (TGIF) resmi dibuka oleh Menko PMK Puan Maharani, Rabu pagi (21/9) di Gedung Graha Widya Bakti, Puspiptek. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain adalah perwakilan UNESCO, Ketua World Technopolis Association, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, MenPAN & RB Asman Abnur serta beberapa perwakilan negara sahabat.

Pagelaran TGIF yang merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kemristekdikti ini akan berlangsung dari tanggal 20-23 September 2016.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam sambutannya jelaskan bahwa pagelaran TGIF ini merupakan kehormatan bagi Tangsel yang dipercaya menjadi tuan rumah GIF, sehingga Tangsel diharapkan melangkah lebih jauh lagi menjadi Kota yang maju dalam inovasi.

“Dengan kegiatan ini akan memberikan inspirasi, potensi dan meningkatkan kerjasama di bidang inovasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Airin juga menandatangani kerjasama persahabatan dengan Daejeon Metropolitan City yang dianggap sukses berkembang menjadi kota yang berinovasi.

STP Jadi Penggerak Ekonomi

Dalam sambutannya Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi motor utama pengembangan Science and Techno Park (STP) di Indonesia.

“Ini adalah momen bagus dalam mengembangkan STP Indonesia sesuai rencana Pemerintah Indonesia. Sampai sekarang sudah terbangun 67 STP. Namun harus dikembangkan sehingga lebih baik. Sementara kedepan di Tangsel ini akan menjadi STP unggulan Nasional sehingga bisa dimanfaatkan keunggulannya dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” harapnya.

Menurut Puan kini persaingan dunia sudah bergeser dari persaingan dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam, menjadi persaingan sumber daya manusia yang kompetitif. Indikator persaingan tersebut menurutnya dapat dilihat dari penguasaan iptek. Puan juga menyoroti bahwa seiring kemajuan zaman, jangan sampai iptek mengikis kearifan lokal. Selain itu diharapkan dengan penguasaan iptek dan inovasi yang baik, ekonomi akan bergerak menuju arah positif.

“Dengan acara TGIF ini saya harap para inovator dan pemerhati iptek dapat menemukan solusi bagaimana kemajuan iptek juga tetap menjaga dan memelihara kearifan lokal, sekaligus menemukan cara agar inovasi ikut membangun perekonomian negara,” tegasnya. (DZI)

Ristekdikti-MTIC Award 2017 : Berdayakan Kekayaan Alam Hayati

CIKARANG – Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC) merupakan pusat penelitian, pengembangan, kreasi, dan inovasi bahan baku alami. MTIC memadukan kearifan budaya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan produk- produk inovasi.

Pada umumnya pihak industri tidak memiliki sarana dan prasarana penelitian yang memadai sehingga kebanyakan produksi yang dihasilkan bukanlah hasil dari satu penelitian. Sementara itu, para peneliti dari Perguruan Tinggi atau dari lembaga-lembaga penelitian dengan fasilitas yang cukup baik, kurang memahami keinginan konsumen dan kurang berorientasi ke pasar. Penelitian mereka biasanya hanya berhenti pada skala laboratorium.

Untuk menjembatani hal tersebut, Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC) bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengadakan  Ristekdikti-MTIC Award. MTIC Awards merupakan penghargaan yang diberikan PT Martina Berto Tbk kepada para peneliti pengembangan bahan herbal untuk produk kesehatan dan kecantikan. Ajang itu digelar lima tahun sekali sejak 2007. Terdapat dua kategori yang dikompetisikan pada award ini, yaitu kategori umum dan kategori penelitian pengembangan.

Rabu (15/9), di Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar Cikarang resmi diluncurkan Ristekdikti-MTIC Award 2017 oleh Menristekdikti didampingi oleh Direktur Jenderal  Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktur Inovasi Industri, dan Direktur BPOM obat asli.

“Besar harapan Martha Tilaar untuk masa depan, semoga Para peneliti dapat memanfaatkan tanaman Obat Kecantikan (OKA) untuk menghasilkan berbagai variasi sehingga mampu meraih produk yang berkualitas,” ujar Martha Tilaar.

Dalam sambutannya, Menteri Nasir mengungkapkan harapannya yang sangat besar pada award ini untuk dapat meningkatkan jumlah peneliti di Indonesia.

“Kita masih kekurangan peneliti, jadi Ristekdikti sangat mendukung siapapun yang mau bekerjasama seperti ini,” ungkapnya. Inovator dan investor memang harus selalu berkolaborasi. Dalam hal ini, Martha Tilaar Group merupakan investor, sedangkan para peneliti adalah inovator, tambah Nasir.

Menurut Nasir, Kementerian Ristekdikti melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi memiliki berbagai program untuk mendorong hilirisasi hasil riset yang dapat dimitrakan dengan dunia industri seperti halnya dengan Martha Tilaar Innovation Center (MTIC).  “Sekali lagi, saya melihat kemampuan MTIC dalam manufacturing, teknologi, consumer insight, dan branding, diharapkan dapat semakin memperkuat proses hilirisasi tersebut,” ujarnya.

Pada acara yang dibuka oleh Ibu Martha Tilaar ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT. Martina Berto Tbk dengan Kemenristekdikti tentang penguatan inovasi kesehatan dan obat.

Nasir mengungkapkan bahwa penandatanganan kerjasama merupakan wujud nyata sinergi A-B-G-C yang terbangun karena melihat peluang pasar dan kebutuhan bangsa akan obat serta kesiapan infrastruktur dan hasil riset, pengembangan serta inovasi.

“Saya berharap kerjasama ini dapat memadukan pengetahuan tradisional dengan pengobatan modern, sehingga sumberdaya hayati kita terutama tanaman berkhasiat obat, kosmetik, dan aromatik (OKA) yang telah memanfaatkan bahan baku alam untuk perawatan kesehatan dan kecantikan sebagai bagian dari sejarah dan kebudayaan secara turun temurun dapat terus berkembang dan mendunia, sehingga melahirkan brand/ nama Indonesia sebagai salah satu pemilik pengobatan tradisional dan modern yang memanfaatkan sumber kekayaan alam hayati,” imbuhnya. (DZI/WDP)

Transformasi Perguruan Tinggi dan Daya Saing Bangsa

Bandung – Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan upacara Dies Natalis yang ke-59 bertema “Bersinergi Menuju Keunggulan Negeri” yang bertempat di Graha Sanusi Hardjadinata, Rabu (14/9).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir pada kesempatan ini menjadi pembicara kunci dan menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul “Transformasi Perguruan Tinggi dan Daya Saing Bangsa”. Dirinya mengatakan Perguruan Tinggi dituntut untuk berkontribusi lebih nyata bagi perkembangan ekonomi dan kemajuan masyarakat melalui inovasi-inovasi yang berdampak nyata dan terletak di bagian hilir dari aliran penelitian.

“Perguruan Tinggi harus mampu mendidik mahasiswanya agar berempati terhadap kondisi bangsa dan negaranya, di samping memiliki kompetensi akademik yang tinggi, ilmu yang dimiliki juga harus bermanfaat bagi orang lain, dalam kerangka membangun bangsa dan negaranya,” ujar Menteri Nasir saat memberikan orasinya.

Menteri Nasir menambahkan bahwa dosen selalu punya peran penting di Perguruan Tinggi, para dosen harus bisa melihat potensi mahasiswa, membimbing para mahasiswa untuk menemukan jati dirinya demi mencapai kesuksesan masa depan.

“Bila para dosen dapat terus meningkatkan wawasan keilmuannya, serta menjadi motivator bagi para mahasiswanya, bukan tidak mungkin kita bisa menciptakan lulusan berkualitas dan bisa menjadi pemimpin yang baik karena Negara ini butuh sosok tersebut,” tegas Nasir.

Pada kesempatan yang sama Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan peringatan Dies Natalis merupakan momentum yang baik bagi kebanyakan lembaga, demikian pula bagi Unpad sendiri, untuk melakukan refleksi diri atas segala yang telah dilakukan, mengevaluasi diri atas berbagai pencapaian yang diperoleh guna perbaikan di masa yang akan datang.

“Tantangan kedepan sifatnya semakin kompleks dan berkembang begitu pesat di tengah masyarakat, kita mendorong Perguruan Tinggi untuk mengembangkan strategi yang harus lebih progresif dalam mempelajari dan menerapkan Iptek, jika Perguruan Tinggi ingin terus berkontribusi dalam pembangunan di tingkat nasional maupun global,” imbuhnya.

Semoga Perguruan Tinggi kedepan dapat terus memberikan pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat Indonesia, lulusannya mempunyai mental pemimpin yang selalu berjuang dan mandiri, serta punya potensi yang tidak terbatas untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negara.

Acara tersebut dihadiri Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, Dirjen Belmawa Kemristekdikti Intan Ahmad, Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Unpad Rudiantara yang juga merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), dan sivitas akademika Unpad. (Ard)

GESS Resmi Dibuka

JAKARTA – Global Educational Supplies and Solutions (GESS) Indonesia 2016 sebagai sarana berkumpulnya pemerhati pendidikan dari seluruh dunia resmi dibuka, rabu (14/9). Hadir pada kesempatan pembukaan GESS secara resmi adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Staf Ahli Menristekdikti Bidang Akademik Paulina Pannen.

Perhelatan konferensi yang didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ini akan digelar dari tanggal 14-16 September di Jakarta Convention Center (JCC) dan akan banyak membahas dan menemukan solusi dari permasalahan pendidikan yang ada di seluruh dunia.

Pada pameran dan konferensi GESS Indonesia kali ini, para ahli pendidikan lokal dan internasional terkemuka akan berkumpul untuk membahas cara terbaik untuk memetakan pertumbuhan masa depan sektor pendidikan di Indonesia secara keseluruhan.

Menurut Wagub DKI Jakarta Djarot Syaefullah tantangan Indonesia ke depan adalah kualitas sumber daya manusia.

“Jalan satu-satunya untuk menghadapi itu adalah pendidikan. Peran guru dan dosen amat penting, karena beban kemuliaan itu melekat pada guru dan dosen, bagaimana kemuliaan dan karakter positif harus bisa ditransfer ke anak-anak kita di masa depan,” ujarnya.

Andil Kemristekdikti

GESS Indonesia memiliki lebih dari 120 sesi, lokakarya dan presentasi yang mencakup berbagai topik dan tema yang dirancang untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di kelas, bersamaan dengan pameran yang menampilkan berbagai macam produk dan solusi dari pemasok terkemuka pendidikan dari seluruh dunia.

Pada perhelatan kali ini, Kemristekdikti juga memamerkan berbagai produk-produk layanan unggulan dari Kemristekdikti terkait pendidikan tinggi, sekaligus membuka forum diskusi langsung antara pengunjung dengan Kemristekdikti di booth Pameran.

Salah satu produk yang dipamerkan adalah Guru Pintar Online (GPO) dari Universitas Terbuka, yaitu sebuah portal yang didedikasikan untuk para guru di seluruh pelosok Indonesia agar dapat mengakses sumber belajar dengan cepat, mudah, dan murah.

Kata “Pintar” merupakan kependekan kata dari Pintu Interaksi Antar Guru. Seluruh masyarakat guru dapat memanfaatkan portal GPO sebagai sumber untuk peningkatan profesionalisme secara berkelanjutan. (Dzi)

1 11 12 13 14