WEDUPRO- Website Edukasi Professor

Butuh Bantuan Pindahkan Barang? Ajak PRIMo

Surabaya- Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) berhasil menciptakan robot baru pemindah barang yang bahan bakunya dibuat secara mandiri oleh PENS.

Robot baru yang dinamakan PENS Robot Intellegent Mover (PRIMo) ini digunakan untuk memindahkan barang-barang/bahan baku hasil produksi dari satu tempat ke tempat lain.

PRIMo yang bergerak secara otomatis dan kecepatan jalannya dapat diatur ini dapat menampung beban hingga 600 Kilogram untuk pemindahan barang.

Ditemui di sela acara Serah Terima Hasil Produk Inovasi PENS “KIPENSA dan PRIMo” dari Menristekdikti kepada Industri PT. CNE dan PT. JAI, jumat (28/10) di gedung pascasarjana PENS, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan sangat bangga dengan hasil produk PENS tersebut karena material pembuatannya dilakukan oleh PENS dan produknya diterima oleh industri.

Nasir juga katakan bahwa ini merupakan salah satu program berhasil dari Pemerintah.

“Dengan produk-produk seperti ini, program Revitalisasi Politeknik yang dicanangkan Pemerintah sudah mulai berhasil. Karena saat ini kami memang sedang menggenjot 12 Politeknik Negeri untuk direvitalisasi,” ucap Nasir yang didampingi Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Pada kesempatan yang sama Nasir juga meninjau proses perakitan Kapal yang dibuat oleh Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) yang juga sudah banyak menghasilkan kapal-kapal laut dari bahan alumunium, dan beberapa bahan produknya sudah dipakai oleh para Nelayan maupun industri eksplorasi minyak.

“Majukan terus produk-produk kapal ini, saya sangat mendukung karena ini sebagai program dukungan untuk kemaritiman, dan yang paling penting segala sertifikasinya segera dilengkapi, sehingga industri dapat menangkap lebih cepat dan antar pulau di Indonesia dapat terhubung dengan baik,” ujar Nasir.

Nasir mengatakan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa juga sekarang dikembangkan terus pola 3-2-1. 3 semester di kampus, 2 semester di industri dan 1 semester untuk tugas akhir.

“Dengan pola itu, kompetensi lulusan politeknik akan sangat bertambah, dan cepat diserap oleh industri yang membutuhkan, atau menjadi entrepeneur unggul,” pungkas Nasir. (DZI)

Kemenristekdikti dan EU-Indonesia TCF Gelar Workshop STP dan TTO

Dalam rangka memperkuat strategi program hilirisasi dan komersialisasi berbagai hasil inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama The EU-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF) mengadakan Workshop STPs and TTOs – Effective Implementation Methods pada Selasa (25/10). Kegiatan yang diselenggarakan di Double Tree Hilton Hotel ini merupakan tindak lanjut hasil mentoring dan pelatihan Science and Technology Park (STP) dan Technology Transfer Office (TTO) yang sebelumnya telah diadakan The EU-Indonesia TCF kepada lima universitas di Indonesia, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Hasanuddin.

Tidak hanya dihadiri oleh peserta dari lingkungan Kemenristekdikti, workshop yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti ini, diikuti pula oleh perwakilan dari STP, universitas, Kementerian Perindustrian, LIPI, dan BPPT. Beberapa topik mengenai STP yang dibahas dalam workshop ini antara lain tentang pengembangan dan implementasi instrumen kebijakan, perencanaan STP, implementasi STP, hingga monitoring dan evaluasi STP. Sementara topik mengenai TTO yang dibahas antara lain tentang unsur-unsur atau prasyarat TTO yang sukses, pengaturan dan penyiapan TTO, proses bisnis yang ideal, hingga monitoring dan pengukuran output TTO.

Workshop yang diawali dengan lesson learned program STP dan TTO yang dilakukan oleh The EU-Indonesia TCF ini, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai usulan guidelines mengenai implementasi STP dan TTO di Indonesian yang diinisiasi oleh The EU-Indonesia TCF. Beberapa masukan yang nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan draft pedoman kebijakan dan implementasi STP serta pengaturan TTO di Indonesia ini, antara lain mengenai perlunya indikator khusus STP, kriteria keberhasilan dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program STP, dukungan kuantitatif data untuk TTO, juga petunjuk teknis dalam mendesain metode technology assessment TTO.

The EU-Indonesia TCF sendiri merupakan sebuah program empat tahun yang telah dimulai sejak tahun 2013, didanai oleh Uni Eropa dan dilaksanakan oleh suatu konsorsium internasional. Tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat kapasitas lembaga pemerintah dalam mengembangkan iklim perdagangan dan investasi di Indonesia, serta memberikan kontribusi kepada pembangunan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan. (PSP)

Metode Teaching Factory, Ciptakan Lulusan Siap Kerja

SURABAYA – Sudah tahu tentang Teaching Factory? Teaching Factory adalah salah satu metode pembelajaran khusus yang dipakai oleh beragam Perguruan Tinggi terutama Politeknik dan Akademi Komunitas, tidak hanya di Indonesia namun juga dunia.

Metode ini sekarang sudah banyak diterapkan di hampir semua Politeknik di Indonesia. Salah satu Politeknik yang menerapkannya adalah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS).

PENS memiliki laboratorium khusus dimana laboratorium tersebut sudah didesain dan dirancang sesuai dengan desain proses produksi di industri. Dengan kata lain memindahkan industri/pabrik ke kampus. Salah satu teaching factory di PENS adalah teaching Factory pembuatan Printed Circuit Board (PCB), komponen dasar elektronik dan 3D Printer.

Ditemui di kampus PENS, kamis (27/10), Taufik, Dosen Elektronika PENS menjelaskan bahwa metode teaching factory ini bermanfaat besar bagi kompetensi mahasiswa. Lulusan akan menjadi terbiasa dengan keadaan produksi industri.

“Teaching Factory ini ada sebenarnya untuk menjembatani keinginan industri yang ingin lulusan yang kompetensinya sudah siap kerja, jadi kami buat juga di PENS,” ujarnya.

Di metode Teaching Factory juga diajarkan tidak hanya produksi barang industri, tetapi juga melakukan bisnis hasil industri. Kolaborasi inkubasi bisnis dan pembelajaran itulah yang akhirnya dipakai di PENS sampai sekarang, jelas Taufik.

“Hasil produksinya pun diminati langsung oleh industri, diantaranya adalah PCB hasil kami yang sudah dipesan dan dipakai oleh Cubicon, serta beberapa industri lainnya,” ungkapnya. Revitalisasi Politeknik, Vokasi Pasti! (DZI)

Kemenristekdikti Akan Gelar I3E 2016

Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi akan kembali menggelar ajang pameran tahunan bertajuk Indonesia Innovations and Innovators Expo (I3E) pada tanggal 17 hingga 20 November 2016 mendatang. Acara yang akan memamerkan dan mempromosikan lebih dari seratus produk inovasi teknologi karya inovator dalam negeri ini, merupakan yang kedua kalinya digelar setelah sukses dilaksanakan pada tahun sebelumnya di Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat.

Menurut rencana, untuk tahun ini I3E akan diselenggarakan di Grand Metropolitan Mall, Bekasi. Hal tersebut disampaikan oleh Muchlis Fasihu, Kepala Subdirektorat Teknologi Informasi, Komunikasi dan Pertahanan Keamanan, Direkorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Kemenristekdikti, pada technical meeting dalam rangka persiapan pelaksanaan I3E yang diadakan di Kantor Kemenristekdikti, Senin (24/10). Selain diikuti oleh MCI Management selaku event organizer, technical meeting juga dihadiri oleh dan para peserta pameran yang merupakan penerima insentif Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Tahun Anggaran 2016.

Tidak hanya akan menampilkan produk-produk inovasi, pameran yang digelar dalam rangka mendukung hilirisasi produk inovasi karya anak bangsa ini, juga akan dimeriahkan dengan berbagai acara pendukung seperti talkshow inovasi bisnis, business pitching, education games, serta konsultasi klinik mengenai Hak Kekayaan Intelektual, Standar Nasional Indonesia, hingga Pengawasan Obat dan Makananan. “Dengan diadakannya technical meeting ini, diharapkan pelaksanaan pameran dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Muchlis. (PSP)

Peneliti ASEAN Melangkah Bersama Meningkatkan Kolaborasi Iptek dan Inovasi

KAMBOJA – ASEAN Committee on Science and Technology (COST) Sub Committee Meeting dibuka oleh Ms. Lee Sing Cheong selaku Senior Officer untuk Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) ASEAN Secretariat (Asec) di Siem Reap, Kamboja (24/10).

Pertemuan yang diselenggarakan satu kali dalam setahun ini bertujuan untuk memberikan ulasan proyek kerja sama yang sedang berjalan sekaligus mengkaji dampak dan efektif tidaknya proyek kerja sama tersebut dalam meningkatkan kapabilitas iptek di kawasan ASEAN. Selain itu, pertemuan Sub-Committee kali ini juga membahas perkembangan rencana kerja (work plans) 2016-2025 berdasarkan strategic thrust yang tertuang dalam ASEAN Plan of Action on Science, Technology, and Innovation (APASTI) 2016-2025 yang telah ditetapkan sebagai pedoman kerja sama iptek di kawasan ASEAN pada pertemuan tingkat menteri ke-16 di Vientiane, Laos, tahun 2015 yang lalu.

Sub-Committees ini merupakan bidang kerja sama yang menjadi prioritas bersama antara negara anggota ASEAN. Terdiri dari 9 (sembilan) bidang yakni Sub-Committee on Biotechnology (SCB), Sub-Committee on Food Science and Technology (SCFST), Sub Committee on Science and Technology Infrastructure and Resources Development (SCIRD), Sub Committee on Meteorology and Geophysics (SCMG), Sub-Committee on Microelectronics and Information Technology (SCMIT), Sub-Committee on Marine Science and Technology (SCMST), Sub-Committee on Material Science and Technology, Sub-Committee on Sustainable Energy Research (SCSER), dan Sub Committee on Space Technology and Applications (SCOSA). Kecuali SCMG, kedelapan Sub-Committees bersidang secara paralel hari ini. “Masing-masing Sub Committee harus mengindikasikan tiga area utama yang akan dikerjasamakan dalam 3 tahun implementasi APASTI,” ujar Lee Sing Cheong dalam paparan pada pembukaan pertemuan ASEAN COST Sub Committee pagi ini.

Pertemuan Sub-Committee tersebut merupakan rangkaian pertemuan ASEAN COST-71 yang diselenggarakan oleh Ministry of Industry and Handicraft Kamboja pada tanggal 24-29 Oktober di Siem Reap, Kamboja. Hasil  pertemuan Sub-Committee tersebut akan disampaikan oleh para Chairperson tiap Sub Committee pada pertemuan tingkat Senior Official Meeting pada ASEAN COST -71 Meeting tanggal 26 Oktober 2016.

Pada pertemuan SCIRD yang saat ini sedang berlangsung, Indonesia menegaskan diri untuk aktif dalam pengembangan riset, teknologi, dan inovasi dengan berhasil menjadi pimpinan (lead) pada 2 (dua) prioritas area yaitu “Science, Technology and Innovation (STI) support to MSMEs starts ups and the bottom of the pyramid” dan “Public Private Partnership Platform”. Selain itu, dalam pertemuan tersebut disepakati Indonesia untuk menjadi focal point pada ASEAN Journal on Science and Technology for Development (AJSTD) mulai tahun 2018, menggantikan Malaysia yang kepemimpinannya akan berakhir pada akhir 2017.

Sub-Committees Meeting dihadiri oleh para focal point Indonesia, yakni Sekretaris Utama LAPAN, Kepala Puspiptek, Kepala Pusat Penelitian (P2) Bioteknologi LIPI, Kepala P2 Kimia LIPI, Kepala P2 Informatika, Kepala P2 Oseanografi, Kepala P2 Tenaga Listrik dan Mekatronik, perwakilan dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Hassanudin, Universitas Airlangga dan COST Secretariat untuk Indonesia. (nf/ap/kskp/sj).

Mohamad Nasir Raih Penghargaan “Santri of The Year” Bidang Pendidikan

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2016, Yayasan Pustaka Campuss menganugerahkan berbagai penghargaan “Santri of The Year 2016” kepada sejumlah tokoh penting Indonesia. Tokoh yang mendapatkan penghargaan itu antara lain adalah Alm. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Mohamad Nasir (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi).

Gus Dur mendapat penghargaan “Santri of The Year 2016” sebagai Santri Life Time Achievement. Sementara Mohamad Nasir meraih penghargaan “Santri of The Year 2016” sebagai Santri Inspirasi Bidang Pendidikan. Penyerahan penghargaan “Santri of The Year 2016” tersebut dilakukan di Gedung Monumen Nasional Jakarta, pada Minggu (23/10). Selain dihadiri para santri berbagai daerah, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Sinta Nuriyah Wahid (istri Alm. Gus Dur).

Dalam sambutannya, Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan apresiasi positif terhadap Yayasan Pustaka Campuss yang menyelenggarakan penganegarahan “Santri of The Year 2016”. Nasir berharap acara ini dapat memberikan inspirasi kepada para santri di seluruh Indonesia untuk bangkit ikut memajukan Indonesia.

“Dalam era kompetisi ini, para santri harus bisa menjadi santri profesional. Saat ini adalah era persaingan, era musabaqah. Untuk menang dalam era ini, santri harus profesional dan tidak cukup hanya hafal Al Quran saja,” papar Nasir.

Pada kesempatan ini Sinta Nuriyah Wahid juga menyampaikan beberapa pesan penting terkait peran Santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan di Indonesia. Pada masa lalu, Santri ikut terlibat dalam merumuskan dasar-dasar kemerdekaan Indonesia. Dalam pembangunan mengisi kemerdekaan Indonesia, para santri tetap berperan, salah satunya Gus Dur yang menjadi Presiden RI keempat.
Karena itu, lanjut Sinta, penganugerahan penghargaan “Santri of The Year 2016” kepada tokoh santri berbagai bidang ini sudah sepantasnya diadakan.

Sinta Nuriyah berharap anugerah penghargaan ini dapat membuka mata hati bahwa para santri Indonesia itu bukan sekedar masyarakat “sarungan” yang bisanya hanya keluar masuk surau saja. Sinta mengatakan, para santri juga memiliki sifat patriot-patriot sejati.

“Kemerdekaan Indonesia dan keberadaan Indonesia saat ini tidak lepas dari peran para santri. Dengan adanya penghargaan ini saya berharap bisa menjadi bara api agar kinerja para santri yang lain dapat lebih meningkat lagi,” tegasnya.

Dalam acara “Santri of The Year 2016” ini, Yayasan Pustaka Campuss memberikan penghargaan kepada tokoh santri berbagai bidang, yakni Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Kesehatan, Santri Inspirasi Bidang Dakwah, Santri Inspirasi Bidang Teknologi, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dan Pemerintahan,dan Santri Inspirasi Bidang Wirausaha. Selain itu, Yayasan Pustaka Campuss memberikan penghargaan kepada Pahlawan Santri dan Penghargaan Santri Life Time Achievement.

Dalam nominasi Santri Inspirasi Bidang Pendidikan ada beberapa tokoh yang masuk nominasi. Selain Mohamad Nasir, juga terdapat Yudian Wahyudi dan Hadi Susanto. Dalam nominasi Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya ada beberapa tokoh yang masuk nominasi, yakni Zastrouw Al Ngatawi, Anang Hermansyah, dan Wali Band.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi masing-masing masuk dalam nominasi Santri Inspirasi Bidang Dakwah dan Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dan Pemerintahan. Sementara tokoh penemu teknologi 4G, Khoirul Anwar masuk sebagai nominator peraih Santri Inspirasi Bidang Teknologi. (SUT)

1 4 5 6 7 8 23