Analisis Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan di Kalimantan Barat

Oleh: Drs. Ngusmanto, M.Si Dosen Fisip UNTAN.
Pontianak Kalbar Kebijakan penanggulangan kemiskinan di Indonesia yang lebih serius dimulai pada awal tahun 1970-an dengan menggunakan pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar agar mereka dapat hidup ‘bermartabat’. Kebutuhan dasar mencakup makanan, kesehatan dasar, air bersih dan sanitasi, pendidikan, serta tempat tinggal yang layak. Pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar diperbaiki dan disempurnakan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berlangsung pada periode 1976-1996 (20 tahun, Repelita II-V).
Beberapa program pemberdayaan yang cukup dikenal sejak antara lain IDT (Inpres Desa Tertinggal), P3DT (Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal), KDP (Kecamatan Development Program), P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan), dan JPS (Jaring Pengaman Sosial) seperti Bantuan beras untuk kelurga miskin (Raskin) dan Askeskin yang dilaksanakan selama krisis ekonomi tahun 1998-2000.
Seiring dengan era reformasi dan demokratisasi di Indonesia, sejak awal tahun 2000-an, pemerintah menempuh pendekatan baru, yaitu; pendekatan berbasis hak (rights based approach), yang dikenal sebagai Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK). Upaya penanggulangan kemiskinan ditempuh melalui pemenuhan sepuluh hak-hak dasar, yaitu; hak atas pangan, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, tanah, lingkungan hidup dan sumber daya alam, rasa aman, dan hak untuk berpartisipasi. Terakhir adalah kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilaksanakan pada tahun 2006. Kebijakan tersebut tergolong cukup baik, kecuali kebijakan BLT. BLT lebih banyak menimbulkan rasa malas dan meningkatkan ketergantungan keluarga miskin (Gakin), muncul konflik vertikal dan korizontal serta kurang mendidik (memperkuat pola hidup konsumtif). Persoalannya penting berikutnya adalah implementasi kebijakan yang kurang optimal. Beberapa indikasinya adalah pelaksana lebih berorientasi proyek dan target, pencairan dana sering kali sangat terlambat, pelaksanaan program hanya berlangsung 2 – 3 bulan dari target 8 bulan – 1 tahun, tidak didukung dana pendampingan, ada kesan kuat kemiskinan hanya tanggung jawab pemerintah, kolaborasi multi pihak belum ada, Gakin diposisikan sebagai obyek semata, dana penanggulangan kemiskinan menyebar ke banyak instansi, sehingga biaya operasional tinggi, serta lemah koordinasi di lapangan. Konsekuensi lebih jauh, kebijakan yang ada belum dapat menanggulangi masalah kemiskinan yang telah setua peradaban manusia.
Selengkapnya Baca disini Makalah Ngusmanto
Thanks very interesting blog!
A good Opinion. Thanks
Hi my name is Sandra and I just wanted to drop you a quick note here instead of calling you. I came to your Comments on: Kabar Dikti page and noticed you could have a lot more hits. I have found that the key to running a popular website is making sure the visitors you are getting are interested in your niche. There is a company that you can get targeted traffic from and they let you try their service for free for 7 days. I managed to get over 300 targeted visitors to day to my website. Visit them here: http://ittsy.com/it/3x
blog yang cukup menarik, dan themes yang sangat seo frendly. salam hangat http://www.marinirseo.web.id Pembicara Internet Marketing
Hello I am so delighted I found your blog, I really found
you by error, while I waas looking on Google for something else,
Nonetheless I am here now and would just like to say ccheers for a
fantastic post and a all round thrilling blog (I also
live the theme/design), I don’t have time to read itt
all at the minute but I have bookmarkeed it aand also included
your RSS feeds, so when I have time I will be bahk to reead
much more, Please do keep up the superb job.
So how do you determine if you’ve chosen someone respected and
skilled or a person that pulls down a sock to finish counting
Generally there isn’t upfront expense associated with payday cash advances and interest rate depends on the
timeframe for which you took this bank loan