Kesederhanaan Pemimpin Dunia (2)

David Cameron, Perdana Menteri Inggris
Di tanah Eropa yang diselimuti kemewahan Perdana Menteri Inggris David Cameron (foto, kanan) adalah satu dari beberapa pemimpin di daratan itu yang mengeluarkan kebijakan yang tidak biasa bagi para pembantunya, para pejabat di Inggris. Perdana menteri yang pernah dihebohkan oleh aksi selfienya bersama Presiden Obama dan Perdana Menteri Helle Thorning-Schmidt ini memerintahkan para menteri untuk naik kereta umum atau yang biasa di sebut the Tube demi memotong pengeluaran belanja pemerintah yang membengkak.

Dampak dari kebijakan itu Cameron menjadi populer di mata rakyat Inggris. Para menteri yang selama ini mendapat mobil dinas lengkap dengan supirnya pun tidak keberatan naik kereta umum dan ‘berdesak-desakan’ dengan masyarakat .Pemandangan tak biasa pun terjadi, rakyat Inggris yang awalnya tak pernah bertemu dengan pemimpinnya dan para pembantunya pun menjadi heboh karena berada dalam satu gerbong dengan perdana menterinya.
Jose Mujica, Presiden Uruguay
voaindonesia-com
 Jose Mujica dicatat dalam sejarah dunia sebagai presiden termiskin di dunia. Namun mantan gerilyawan yang tinggal di rumah sederhana di ladang yang ia miliki ini begitu dicintai oleh rakyatnya. Menerima gaji sebesar $12.500 (sekitar Rp 119 juta) per bulan, dia hanya mengambil $1.250 (Rp 11 juta), sementara sisanya disumbangkan untuk rakyat miskin. Menurut laporan harta kekayaan tahunan pejabat negara Uruguay, pada tahun 2010 kekayaan Presiden Mujica hanya $1.800, nilai dari sebuah mobil Volkswagen Beetle tahun 1987 miliknya. Tahun ini dia menambahkan aset istrinya berupa lahan, traktor dan sebuah rumah sehingga nilainya bertambah menjadi $215.000. Mujica yang terpilih menjadi Presiden tahun 2009, menghabiskan tahun 1960-an dan 1970-an sebagai bagian dari kelompok gerilyawan Tupamaros, kelompok bersenjata sayap kiri yang terinspirasi revolusi Kuba. Dia tertembak enam kali dan menghabiskan waktu selama 14 tahun di penjara. Dia melalui masa penahanan dan isolasi sebelum dibebaskan tahun 1985 ketika Uruguay kembali ke demokrasi.

Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran

skeptikai-com
Mahmoud Ahmadinejad bagi sejumlah pemimpin Barat, khususnya Amerika Serikat, ibarat momok yang menakutkan. Namun di balik penilaian Barat kepada dirinya, Ahmadinejad adalah sosok sederhana yang hatinya telah ia berikan kepada rakyat dan agamanya. Sebelum menjabat sebagai Presiden Iran, Ahmadinejad memegang jabatan wali kota di Teheran pada tahun 2003-2005. Selama menjabat wali kota, ia tidak pernah tinggal di rumah dinasnya yang mewah dan, bersama istrinya dan anaknya, memilih tinggal di sebuah gang buntu di ibukota Iran berdampingan dengan penduduk miskin kota itu. Banyak orang melihat kala Ahmadinejad sang walikota berjalan dengan sepatu yang bolong. Ia pun kerap mengendarai sedan Peugeot yang ketinggalan zaman dan turun untuk menyapu kota Teheran yang memiliki kepadatan penduduk melebihi Jakarta.
Pada 24 Juni 2005 ia terpilih menjadi Presiden Iran setelah mengalahkan banyak tokoh yang tampil dengan jubah-jubah agamis. Gayanya yang merakyat dan aura kesederhanaan membawa pecinta sepak bola ini dipilih dan mengantongi 61% suara.
Di hari pertama ia menginjakkan kaki di Istana, Ahmadinejad menyumbangkan seluruh karpet di Istana Iran yang sangat mahal kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet yang lebih murah dan mudah dibersihkan. Pemberani yang selalu diolok-olok oleh Barat ini juga diketahui hanya mengambil seperempat gajinya. Disetiap rapat bersama para menterinya ia selalu berpesan untuk menjalani hidup penuh kesederhanaan.
Mark Rutte, Perdana Menteri Belanda
siputranews-com
Bagi Perdana Menteri Belanda Mark Rutte ajaran kesederhanaan, pentingnya kerja, rendah hati dan bersedia memberi bantuan yang ditanamkan orang tuanya adalah sesuatu yang harus ia junjung tinggi. Tak heran politisi yang sebelumnya bekerja untuk Unilever ini kerap datang ke kantornya menggunakan sepeda. Rutte yang lihai bermain piano bukan sosok pemimpin yang sulit untuk ditemui, dari rakyat hingga wartawan semua mengatakan berjumpa dengannya adalah sebuah kemudahan yang tak pernah ditemui sebelumnya. Ia dilahirkan tepat saat Hari Valentine di tahun 1967 di Den Haag. Dibesarkan dalam lingkungan kelas menengah tak membuatnya jatuh hati dengan kemewahan. Rutte dikenal sebagai seseorang yang berbudi baik, berani mengakui kesalahan dan meminta maaf untuk itu. Kala bertemu dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu, Rutte dengan tegas mengatakan agar Pemerintah Israel menghentikan usahanya untuk mendirikan pemukiman Israel di Tepi Barat.
Pada kasus yang melibatkan Indonesia pada masa perjuangan revolusi di Rawa Gede, Rutte meminta maaf langsung dan bersedia memberikan kompensasi atas terbunuhnya 430 rakyat Indonesia yang dibantai oleh tentara Belanda pada tahun 1947.
(bersambung ke-3)

One comment

  • Undeniably believe that which you said. Your favorite reason seemed to be on the web the simplest thing to be aware of. I say to you, I certainly get irked while people consider worries that they plainly do not know about. You managed to hit the nail upon the top as well as defined out the whole thing without having side-effects , people can take a signal. Will likely be back to get more. Thanks|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *