Rubber Air Bag Produksi Dalam Negeri Siap Diuji
Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, mengadakan kunjungan ke PT Indonesia Marine Shipyard di Gresik dalam rangka persiapan pengujian lapangan produk inovasi rubber air bag pada Selasa (4/10). Menurut rencana, tahap pengujian lapangan akan segera dilaksanakan di perusahaan galangan kapal swasta terbesar di kota Gresik tersebut, yang juga menjadi end user dari produk rubber air bag produksi dalam negeri ini. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan struktur rubber air bag saat digunakan di lingkungan sebenarnya.
Kunjungan persiapan pengujian lapangan yang merupakan bagian dari program Insentif Teknologi dari Kemenristekdikti ini, dilakukan dalam rangka mendorong hilirisasi produk inovasi dalam negeri. Hadir dalam kunjungan tersebut, Santosa Yudo Warsono, Direktur Inovasi Industri, Kemenristekdikti, yang disambut oleh Direktur Utama PT Indonesia Marine Shipyard, Nugroho Basuki, beserta jajarannya. Hadir pula Sofian Lesmanto, Direktur Utama PT Mitra Prima Sentosa sebagai perusahaan penerima insentif dari Kemenristekdikti, dan Mahendra Anggaravidya, peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Rubber air bag sendiri merupakan produk yang digunakan industri perkapalan untuk membantu proses menaikan dan menurunkan kapal di galangan, baik dalam pembangunan kapal baru maupun reparasi kapal bekas. Produk rubber air bag yang selama ini sepenuhnya diimpor dari Tiongkok, rupanya mampu diproduksi oleh industri dalam negeri. PT Mitra Prima Sentosa yang merupakan salah satu perusahaan penerima insentif Kemenristekdikti untuk Tahun Anggaran 2016, bersama BPPT telah melakukan riset pembuatan rubber air bag, dan telah menghasilkan prototype yang siap diuji di lapangan.
Dengan kualitas yang sama dengan produk impor sejenis, kelebihan rubber air bag buatan dalam negeri ini adalah dari segi harganya yang diklaim 30% lebih murah dibandingkan harga impor yang mencapai 80 hingga 150 juta rupiah. Selain itu, karet alam sebagai bahan baku utama dinilai memiliki kelebihan tahan sobek dan tahan gesek. Apabila lolos uji, ke depannya produk ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rubber air bag dalam negeri khususnya bagi industri perkapalan nasional, sehingga impor tidak perlu lagi dilakukan.

Pingback: EndoliftX
Pingback: ลงประกาศขายที่ดินฟรี
Pingback: SSI Pro koh tao
Pingback: betflix allstar
Pingback: เช่าจอLED
Pingback: สินเชื่อรถบรรทุก
Pingback: เช่ารถตู้พร้อมคนขับ
Pingback: Medical
Pingback: ติดเน็ตบ้าน เอไอเอส
Pingback: 入金不要ボーナス
Pingback: cam tokens
Pingback: แนะนำ ฟีเจอร์พิเศษ ภายในเกม lucky neko
Pingback: massage Bangkok
Pingback: fox888
Pingback: kc9
Pingback: HArmonyCa
Pingback: ของพรีเมี่ยม
Pingback: Find a plumber at Rescue1PlumbingLLC.com
Pingback: แทงบอลออนไลน์เกาหลี
Pingback: UOD
Pingback: Cannabis
Pingback: สล็อต888 วอเลท
Pingback: ทดลองเล่นสล็อต sawan168 ฟรี
Pingback: บริการส่ง SMS
Pingback: casino
Pingback: หวยออมสิน คืออะไร มีกี่แบบ มีอะไรบ้าง?
Pingback: Hotpot
Pingback: ปวดประจำเดือน
Pingback: สั่งสินค้าจากจีน
Pingback: ดูแลผู้สูงอายุ
Pingback: Dark168 มาพร้อมกับค่ายเกมลิขสิทธิแท้
Pingback: ฆอ
Pingback: เว็บบอลน่าเชื่อถือ ดีที่สุด
Pingback: สล็อต pg เว็บตรงแตกหนัก 2024 Lsm99bet คัดเกมเด็ดมาฝากกัน
Pingback: kruger
Pingback: Zagraj w Sweet Bonanza
Pingback: 123bet เข้าสู่ระบบ
Pingback: vg98
Pingback: uspin88
Pingback: ufabet789
Pingback: Lawfirm in bangkok
Pingback: 솔랭배팅