WEDUPRO- Website Edukasi Professor

Ribuan Pelajar Indonesia Hadiri WEEI 2016

JAKARTA – Ribuan pelajar memadati arena World Education Expo Indonesia (WEEI) yang diselenggarakan oleh Agora Exihibitions Indonesia dan MSW Global di Balai Kartini Jakarta pada 8–9 Oktober 2016. Pameran pendidikan internasional ke-5 tersebut digelar dengan cara roadshow di tiga kota besar lain, yakni Bandung (7 Oktober 2016), Medan (10 Oktober 2016) dan Surabaya (12 Oktober 2016).

Pembukaan WEEI 2016 di Jakarta diawali dengan acara Teachers Gathering yang menampilkan para pembicara dari institusi Pendidikan Tinggi berbagai negara, baik dari Asia, Eropa maupun Amerika. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, yang diwakili Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, juga diundang tampil sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut, Nada Marsudi memaparkan tentang perkembangan pendidikan tinggi Indonesia dan kebijakan Kemenristekdikti.

Acara Teachers Gathering ini dimanfaatkan para penyelenggara Pendidikan Tinggi dari berbagai Negara untuk mempromosikan keunggulan pendidikan di Negaranya masing-masing. Dalam acara dialog, perwakilan Pendidikan Tinggi dari Malaysia sempat mengungkapkan kebanggaannya karena lulusan Universitas dari Malaysia kini ada yang menjabat sebagai Menteri yaitu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Operations Director PT. MSW Global, Anastasya Sri, mengatakan, tujuan pameran pendidikan internasional ke-5 tersebut untuk memberikan informasi tentang Pendidikan Tinggi di tingkat global kepada para pelajar Indonesia yang hendak melanjutkan studi keluar negeri. Pada WEEI 2016 kali ini, pihaknya menghadirkan perwakilan Universitas dari berbagai Negara. “Partisipasi yang mengikuti WEEI 2016 lebih dari 100 exhibitor,” jelas Anastasya.

Dari pengalaman WEEI tahun-tahun sebelumnya, tambah Anastasya Sri, para pelajar Indonesia yang melanjutkan studi keluar negeri, kebanyakan berminat menempuh studi bidang ekonomi. “Para pelajar Indonesia tampaknya banyak yang ingin menjadi pebisnis,” ujarnya.

Dalam kegiatan WEEI 2016 tersebut juga digelar Business Plan Competition dan Talent Competition yang diikuti para pelajar Indonesia dari berbagai kota. (SUT)

98 Pelajar Ikuti KRAN Road To International Water Rocket Competition 2016

TANGSEL– Pusat Peragaan Iptek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyelenggarakan Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2016 di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Banten, pada 7-9 Oktober.

Pelaksanaan KRAN 2016 tersebut dibuka oleh Sesditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Hadirin Suryanegara dengan didampingi Ketua Penyelenggara KRAN Zulfan Adrinaldi dan Kepala Biro Kerjasama, Hubungan Masyarakat, dan Umum LAPAN Christianus Ratrias Dewanto.

Tagline yang diusung pada KRAN 2016 kali ini adalah Road To International Water Rocket Competition 2016. Sebab, enam peserta terbaik KRAN 2016 akan mewakili Indonesia dalam kompetisi roket air internasional pada Asia Pasific Space Agency Forum (APRSAF) yang akan berlangsung di Filipina pada tanggal 12-13 November 2016. Kompetisi roket air internasional nanti akan diikuti 18 negara.

Menurut Ketua Penyelenggara KRAN Zulfan Adrinaldi, jumlah peserta KRAN 2016 mencapai 98 orang yang sebelumnya telah mengikuti Kompetisi Roket Air Regional (KRAR). Semua peserta masih berstatus pelajar yang berusia 12 sampai 16 tahun. Pada kompetisi ini para peserta akan beradu kreativitas di bidang teknologi kedirgantaraan dengan roket air sebagai medianya.

Proses penilaian dalam kompetisi melibatkan “science center” provinsi, seperti Jabodetabek, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Sedang kriteria penilaian menggunakan standar kompetisi tingkat internasional, yakni mendesain dan meluncurkan roket air menuju zona sasaran berdiameter 12 meter.

Kepala Biro Kerjasama, Hubungan Masyarakat, dan Umum LAPAN, Christianus, mengatakan, enam peserta terbaik akan mendapat pendampingan dari LAPAN.
Pendampingan Lapan kepada peserta terbaik bertujuan untuk menambah kemampuan membuat
dan meluncurkan roket air karena mereka akan mewakili Indonesia di ajang internasional.

“Kami siap menampung mereka di Pusat Teknologi Roket Tarogong untuk pendalaman dan pelatihan,” katanya.

Setditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Hadirin Suryanegara berharap, dengan adanya KRAN 2016 tersebut dapat menumbuhkan minat, kreatifitas dan inovasi pelajar Indonesia terhadap pengembangan teknologi kedirgantaraan. (Sut)

Motor Listrik Gesits Dikunjungi Dubes Amerika

Jakarta – Gaung sepeda motor listrik saat ini sedang mengemuka, terutama sejak diperkenalkannya motor listrik Gesits, yang merupakan produk hasil kolaborasi antara periset dari dunia pendidikan dan pebisnis otomotif nasional, pada Selasa (3/5). Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir pada saat peluncuran tersebut bahkan sempat mengatakan bahwa Gesits merupakan produk masa depan bangsa Indonesia.

Gesits, sepeda motor jenis skuter matik bertenaga listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Garansindo Group pun terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Baru-baru ini, Plt. Duta Besar Amerika Untuk Indonesia, Brian McFeeters dan Konsulat Jenderal Heather C. Variava berkunjung ke markas Gesits di Kampus ITS pada Selasa (4/10). Hal ini tidak lain merupakan bentuk dukungan terhadap proyek sepeda motor masa depan bernama lengkap Garansindo Electric Scooter ITS atau yang akrab disapa Gesits.

Dalam kunjungan tersebut, Brian McFeeters mengungkapkan antusiasmenya berada di Kampus ITS bersama dengan salah satu pembuat motor Gesits. “Saya sangat ingin bertemu para pembuat motor Gesits ini, yang kabarnya akan mulai dijual dalam waktu 2 tahun ke depan,” ujarnya. Brian juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan pihak ITS untuk dapat melihat langsung skuter matik listrik, Gesits.

Sementara itu, Muhammad Al Abdullah, Presiden Direktur Garansindo Group, melalui postingan akun resmi media sosialnya menuliskan bahwa kedatangan perwakilan Duta Besar Amerika tersebut merupakan bentuk dukungan dan perhatian besar dari dunia internasional terhadap produk Gesits. Al juga mengatakan bahwa apresiasi ini membuat gembira para mahasiswa di ITS dan menambah spirit bagi Gesits untuk dapat segera memberikan produk karya anak bangsa yang berkualitas dengan standar internasional.

1 6 7 8 9 10