Menristekdikti Buka Pertemuan Tahunan LAM PT Kesehatan

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir membuka Pertemuan Tahunan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKES) Indonesia

yang digelar di Century Park Hotel Jakarta, Sabtu (19/11). Selain dihadiri para pengurus organisasi asosiasi institusi pendidikan tinggi kesehatan dan perwakilan perguruan tinggi, Pertemuan Tahunan LAM PTKES tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Kemenristekdikti; antara lain Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignyo dan Direktur Jenderal Pembelajaraan dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Intan Ahmad.

Pada kesempatan ini Menristekdikti juga didaulat sebagai pembicara kunci pada Seminar bertema “Peran LAM PTKes dalam Peningkatan Mutu Berkelanjutan Program Studi Kesehatan Melalui Akreditasi di Masa Mendatang”.

Nasir mengatakan, indeks daya saing global Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Maka sudah selayaknya perguruan tinggi ikut berupaya meningkatkan mutu. “Jadi sangat tepat jika LAM PTKes menggelar seminar bertema Peningkatan Mutu Berkelanjutan,” jelas Nasir.

Khusus untuk pendidikan kesehatan, lanjut Nasir, masih harus diperhatikan. “Jadi masalah pendidikan kesehatan merupakan salah satu yang harus mendapat perhatian. Maka itu saya ingin mendorong LAM PTKes – sebagai anak pertama BAN PT – agar bekerja lebih baik dalam peningkatan mutu untuk memperkuat daya saing bangsa. Mudah-mudahan akan segera lahir LAM PT Teknik dan yang lainnya,” tegas Nasir.

Dalam laporannya, Ketua Umum LAM PTKES Usman Chatib Warsa, mengatakan, LAM PTKes bertekad akan mendorong program studi kesehatan bisa dikenal dan diakui secara global sesuai visi misi LAM PTKES sendiri.

Dalam acara ini Menristekdikti menyerahkan sertifikat akreditasi sejumlah perguruan tinggi dari berbagai daerah Indonesia. Penyerahan sertifikat akreditasi ini didampingi Ketua Umum LAM PTKES Usman Chatib Warsa dan sejumlah pejabat lain. (SUT)

Memupuk Jiwa Entrepreneur Melalui Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia

Malang – Belmawa. Pembangunan suatu bangsa sangat di pengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itulah penyelenggaraan Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) ini menjadi ajang pameran untuk menjalin jaringan usaha, pertukaraan ide-ide bisnis kreatif, dan melakukan sharing dengan wirausahawan yang telah sukses. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa Indonesia dapat selalu mengembangkan semangat kewirausahaan. 

“Agar ekonomi meningkat di butuhkan skill yang berkualitas. Dosen dan mahasiswa harus selalu berdiskusi dan bekerja sama untuk menciptakan ide yang kreatif serta inovasi dengan kalkulasi yang tepat sehingga menjadi suatu usaha yang mempunyai nilai tambah, dan di harapkan dapat berkontribusi nyata dalam mencetak lulusan yang berjiwa entrepreneur sehingga mampu bersaing, dan akan membawa Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera,” ungkap Direktur Jenderal Pembelajaraan dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Intan Ahmad dalam memberikan sambutan sekaligus membuka acara Expo KMI ke-7 di Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang pada Kamis lalu (17/11).

Seseorang dengan jiwa entrepreneur adalah sosok yang tidak suka menyalahkan ketika ada masalah, tetapi akan berpikir untuk mencari solusi dan dan tidak pernah menyerah. Oleh karena itu Intan menekankan pada para generasi muda atau mahasiswa agar tidak bergantung kepada orang lain maupun bangsa lain. Intan menekankan agar mereka mampu menentukan masa depan sendiri dan sukses di masa depan.

Rektor Universitas Brawijaya dalam sambutanya menyampaikan bahwa salah satu misi Universitas Brawijaya adalah menyelenggarakan pendidikan berstandar internasional agar peserta didik menjadi manusia yang berkemampuan akademik dan/atau profesi atau vokasi yang berkualitas dan berkepribadian serta berjiwa dan/atau berkemampuan entrepreneur.

Jumlah wirausahawan di Indonesia saat ini harus terus menerus dipacu baik dalam kuantitas maupun kualitas. Melalui Expo KMI ke-7 ini Intan menghimbau untuk terus memupuk jiwa entrepreneur dan selalu menerapkan budaya kreatif di lingkungan kampus, agar karya-karya inovatif civitas akademika dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara komersial di dunia industri. (SR/Editor/HKLI)

Pengumuman Pemenang Program Hibah Pembelajaran Bela Negara

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi
(daftar terlampir)

Sebagai tindak lanjut dari surat kami Nomor: 1235/B2.1/LL/2016 tanggal 2 November 2016 tentang Tawaran Program Hibah Pembelajaran Bela Negara, dengan hormat kami informasikan bahwa Direktorat Pembelajaran telah menerima 33 (tiga puluh tiga) usulan dan telah melaksanakan penilaian. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, terpilih 4 (empat) usulan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dana (terlampir).

Kami mengucapkan selamat kepada Perguruan Tinggi saudara yang menjadi pemenang. Selanjutnya, agar tercapai tujuan maksimal dari pelaksanaan hibah, kami akan melakukan bimbingan teknis penyusunan modul, rancangan anggaran dan biaya serta pelaksanaan teknis program hibah yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal:Selasa/ 22 November 2016
Waktu:Selasa, mulai pukul 10:00 WIB s.d. Senin 17:00 WIB
Tempat:Hotel Santika Premiere Slipi

Jalan Aipda K.S Tubun No. 7 Slipi Jakarta

Mohon Saudara mempersiapkan diri dengan membawa:

  1. Modul pembelajaran Bela Negara
  2. Membawa rencana anggaran dan biaya

Kami informasikan bahwa, akomodasi dan konsumsi ditanggung oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam rangka pencairan dana insentif kami mohon Saudara mengirimkan data dan informasi sesuai format terlampir melalui alamat email: pendidikan.akademik@ristekdikti.go.id subject: Program Pembelajaran Bela Negara.

Bagi pengusul yang telah mengirimkan usulan dan belum lolos seleksi pada tahun ini kami ucapkan terima kasih atas pertisipasinya dan agar dapat meningkatkan kualitas usulan untuk berkompetisi pada kesempatan berikutnya.

Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami mengucapkan terima kasih.

Direktur Pembelajaran

TTD
Paristiyanti Nurwardani

Tembusan:
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (sebagai laporan).

Lampiran :
Pengumuman Pemenang Bela Negara

 

tr, td{
border :1px solid #ccc;
}

Standar Membangun Kepercayaan Dunia

JAKARTA – Tidak diragukan lagi bahwa masyarakat didunia menyadari akan pentingnya ‘standar’ dalam era globalisasi ini. Tidak dapat dibayangkan apabila ‘dunia’ berkembang, tanpa standar yang jelas.

Seiring dengan pergerakan dunia menuju ‘ekonomi global’ yang terpacu dengan perubahan teknologi yang sangat cepat, masalah standar menjadi isu yang sangat strategis. Selain itu, persaingan antar negara, terutama dalam penentuan daya saing bangsa semakin ketat. Oleh sebab itu, ‘standar’ merupakan sarana untuk membangun daya saing bangsa. Lebih lagi, ‘standar’ dapat digunakan untuk menjadi ‘pertahanan’ suatu bangsa dari serbuan produk luar negeri.

Memperingati Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional tahun 2016, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan berbagai kegiatan, yang melibatkan pemangku kepentingan standardisasi dan penilaian kesesuaian di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut antara lain adalah (i) Sosialisasi SNI ISO 31000 Manajemen Risiko untuk Sektor Publik, (ii) Seminar Penerapan SNI ISO/IEC 17024 untuk Daya Saing SDM, (iii) Workshop Pemahaman SNI ISO 15189:2012, (iv) Workshop Pemahaman SNI ISO/IEC 17025:2008. Puncak acara peringatan ‘Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional’ dilaksanakan pada tanggal 16 November 2016 di Auditorium, Gedung II BPPT Jakarta. ‘World Standard Day 2016’ mengusung tema ‘Standard Build Trust’. Tema ini digunakan juga untuk memperingati Bulan Mutu Nasional 2016.

Acuan standar di Indonesia yang ditetapkan melalui Standar Nasional Indonesia (SNI), berperan penting mendorong daya saing produk nasional, dalam rangka penguasaan pasar domestik dan Internasional. Di samping itu, SNI juga untuk melindungi pasar domestik dari barang-barang berstandar dan mutu rendah dari luar. Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN sejak 1 Januari 2016, oleh sebab itu, produk barang maupun jasa domestik harus dapat memenuhi standar dan mutu Internasional, agar tidak tergerus produk impor.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan ‘Di era perdagangan bebas ini, kita tidak boleh membuat pembatasan impor dengan meninggikan bea masuk. Oleh sebab itu ‘Standar’ dapat digunakan sebagai ‘penyeleksi’ atau ‘penghalang’ barang masuk, dalam bentuk ‘bukan bea masuk’ atau ‘non-tariff barrier’.

Selanjutnya, Menteri Nasir mengatakan bahwa ‘Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penerapan standar tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Pemerintah harus mendorong pemahaman sistem mutu baik bagi pelaku usaha maupun konsumen. Saya sangat mendukung BSN dalam memasyarakatkan SNI’, ujar Menteri Nasir di Gedung II BPPT, Rabu 16 November 2016.

Kementerian Riset dan Teknologi pada tahun 2007, sebelum bergabung dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi di tahun 2014, bekerjasama dengan BSN dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah memulai kegiatan ‘standardisasi’ berdasarkan kebutuhan standar di bidang penanganan bencana alam yang maha dahsyat, pada saat terjadi bencana Tsunami di Aceh. ‘Seharusnya Indonesia dapat menjadi pencetus standar penanggulangan bencana karena sangat rawan terhadap bencana. Indonesia memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi. Oleh sebab itu saya sangat mendukung penyelenggaraan acara Seminar Nasional dengan judul “Penerapan SNI ISO 31000 Manajemen Resiko Sebagai Upaya Membangun Kepercayaan Publik”, imbuh Menristekdikti.

Dalam dunia usaha, tentu resiko tidak hanya ditimbulkan oleh bencana alam saja, namun oleh berbagai macam hal. Resiko selalu membayangi semua organisasi. Resiko, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan kerugian yang sangat besar. Kerugian akan berpengaruh terhadap organisasi dalam hal ekonomi, reputasi, lingkungan hidup, keselamatan dan dampak sosial. Oleh sebab itu pengelolaan resiko harus dilaksanakan oleh semua organisasi agar dapat berkinerja tinggi, di tengah situasi yang sangat dinamis saat ini.

‘ISO 31000:2009’ memberikan prinsip dasar dan pedoman dalam pengelolaan resiko. Pedoman ini dapat digunakan oleh semua jenis organisasi besar maupun kecil yang bergerak di bidang apapun. ISO 31000 dapat membantu organisasi mengenali kesempatan dan ancaman serta pengalokasian sumber daya untuk menanggulangi resiko. Oleh karena itu, penerapan ISO 31000 harus digalakkan.

Adapun beberapa acara yang diselenggarakan BSN guna mendukung penerapan standar, diantaranya (i) Seminar Nasional Manajemen Risiko, (ii) Forum Pendidikan Standardisasi (FORSTAN), (iii) ISO Training For New Work Item Proposal (NWIP), (iv) Pelatihan Manajemen Risiko berbasis SNI ISO 31000, JISC/BSN Workshop on Inter-operability Card Standardization, (v) Workshop Skema Penilaian SNI ISO/IEC 17065:2012, serta BaliERM2016 International Conference on Enterprise Risk Management. Bulan Mutu Nasional telah dijadikan momentum untuk melakukan berbagai kegiatan konsolidasi dan pemutakhiran informasi yang terkait dengan penguatan infrastruktur mutu (standardisasi, akreditasi, sertifikasi, inspeksi, dan lain-lain).

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MOU oleh Menteri Dalam Negeri bersama Kepala BSN, Kepala BSN bersama Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Sumedang, Kepala BSN bersama Rektor Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Pancasila.

Selain itu juga dilaksanakan, penyerahan sertifikat akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), penyerahan penghargaan komite teknis perumusan SNI terbaik “Herudi Technical Committee award (HTCA) 2016” dan penganugerahan SNI award 2016. Di samping itu, BSN juga menganugerahi penghargaan kepada 40 pelaku usaha di berbagai bidang yang konsisten dalam menerapkan SNI.

Malam Anugerah UTU Awards

hotmatuaMeulaboh – Belmawa. Usai melaksanakan serangkaian kegiatan 2nd UTU Awards 2016, Universitas Teuku Umar menggelar kegiatan Malam Anugerah UTU Awards yang bertempat di komplek UTU, Sabtu malam 12/11/2016. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan tahunan UTU, dimana pada malam tersebut akan diberikan penghargaan kepada para nominator UTU Awards, Rektor CUP dan juga kepada para mahasiswa berprestasi tingkat universitas dan fakultas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Pengembangan dan Teknologi Industri, Dr. Hotmatua Daulay, Gubernur Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur, Ir. Helvizar Ibrahim,M.Si, Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA, Wakil Rektor IV Universitas Syiah Kuala Dr. Nazamudin, SE, MA, Wakil Rektor IV Universitas Malikulsaleh Dr. Jullimursyida, SE, Ak, MM, Wakil Rektor II UTU, Dr. Ishak Hasan, M.Si, Wakil Rektor III T. Ahmad Yani, M.Hum, Dekan dan Kepala Biro di lingkungan Universitas Teuku Umar.

Rektor UTU, Prof.Jasman dalam sambutannya menyampaikan bahwa UTU Awards merupakan serangkaian kompetisi yang bertujuan untuk merangsang semangat jiwa berwirausaha sejak dini (entrepreneuship spirit) bagi mahasiswa. Adapun kompetisi tersebut terdiri dari 5 jenis kompetisi antara lain yaitu: 1) Perencanan Bisnis; 2) Desain Toko Online; 3) Karya Inovatif Berbasis Agro; 4) Riset Berbasis Entrepreneurship; dan 5) Catur Teuku Umar. Dengan adanya kompetisi ini, UTU tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi, cerdas, inovatif, dan semangat entreprenership yang tinggi dalam diri sarjana yangdbersangkutan.

“UTU Awards yang kedua ini (2nd UTU Awards-red), telah diikuti oleh mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi di Indonesia. Adapun jumlah  karya ilmiah yang masuk ke panitia mencapai 216 karya ilmiah. Berhubungan dengan itu, perguruan tinggi yang berpartisipasi pada kegiatan 2nd UTU Awards sebanyak 34 perguruan tinggi dari seluruhdIndonesia,”djelasdProf .dJasman.

“Sedangkan perguruan tinggi yang masuk dalam nominasi adalah 9 perguruan tinggi, meliputi: Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Teuku Umar, masing-masing 3 tim mahasiswa. Sementara itu, Universitas Brawijaya, dan Universitas Malikulsaleh  masing-masing 2 tim mahasiswa. Selanjutnya Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, dan STAIN Teungku Dirundeng, masing-masing 1 tim mahasiswa,” ungkap Rektor UTU Prof. Jasman.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Teknologi Industri Kementerian Ristek Dikti, Dr. Hotmatua Daulay dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada UTU yang sudah baru berumur jagung namun sudah mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan besar seperti itu. Dr. Hotmatua juga menyampaikan bahwa kampus UTU pada tahun 2030 yakin bisa menjadi kampus yang dikenal se-ASEAN, ia menyakini hal tersebut karena melihat seorang sosok Rektor  UTU Prof. Jasman yang kreatif, inovatif dan tentunya dengan dukungan dari semua tim, maka UTU akan mampu menjadi kampus yang maju seperti kampus-kampus lainnya di ASEAN.

Dikatakannya juga bahwa Kementerian Ristekdikti sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti UTU Awards tersebut, karena menurutnya kegiatan tersebut dapat menciptakan inovasi-inovasi baru dan ini sejalan tujuan dari Kementerian Ristekdikti. Ia berharap para nominator UTU Awards terus mengasah kemampuan dan menyempurnakan inovasinya agar nanti setelah lulus inovasi tersebut bisa dikembangkan dan akan menjadi sebuah perusahaan yang memproduksi inovasi itu.

“Di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sudah menyiapkan dana insentif yang besar untuk pengembangan inovasi-inovasi tersebut,” tambah Dr. Hotmatua Daulay seraya menyemangati para mahasiswa untuk menciptakan inovasi baru. Diakhir kegiatan tersebut diumumkan para nominator-nominator UTU Award di 5 bidang yang menjadi pemenang. Bidang Produk Inovatif berbasis agro dan marine industry, juara I diraih oleh mahasiswa Universitas Brawijaya, juara II diraih oleh Universitas Syiah Kuala, Juara III diraih oleh Universitas Islam Indonesia, Harapan I diraih oleh Universitas Sumatera Utara, serta harapan II Universitas Syiah Kuala.

Bidang Riset Unggulan Berbasis Entrepreneurship, juara I diraih oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Juara II diraih oleh Institut Pertanian Bogor, Juara III diraih oleh Universitas Teuku Umar, harapan I diraih oleh Institut Pertanian Bogor serta harapan II diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta. sementara itu, untuk Bidang Toko Online, Juara I diraih oleh mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng, Juara II diraih oleh Institut Pertanian Bogor, Juara III diraih oleh Universitas Malikulsaleh, Harapan I Universitas Malikulsaleh serta harapan II diraih oleh Universitas Teuku Umar.

Bidang perencanaan bisnis, juara I diraih oleh mahasiswa Universitas Brawijaya, Juara II diraih oleh Universitas Diponegoro, Juara III diraih oleh Universitas Syiah Kuala, Harapan I diraih oleh Universitas Sumatera Utara, serta harapan II diraih oleh Universitas Teuku Umar. Untuk bidang Catur Teuku Umar, Juara I, II, III dan Harapan I dan II diraih oleh mahasiswa Universitas Teuku Umar.  (Ikhsan SE/Editor/HKLI)

Kemenristekdikti Dorong DRN Jabarkan Hilirisasi Dalam Dokumen Tertulis

JAKARTA – Arah dan prioritas utama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam mendorong dan meningkatkan daya saing bangsa adalah dengan menyediakan tenaga terampil dan hilirisasi. Dalam konteks penguatan riset dan inovasi, terminologi hilirisasi masih menjadi sesuatu yang perlu dibedah para pakar. Sudah setahun lebih term hilirisasi ini bergulir, namun belum dirumuskan menjadi dokumen tertulis yang dapat dijadikan sebagai rujukan para birokrat dan stakeholder Ristekdikti dalam mengimplementasikan kebijakan. Padahal hilirisasi menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong daya saing. Untuk itu, Dewan Riset Nasional (DRN) diharapkan dapat berperan dalam menjabarkan term hilirisasi dalam dokumen tertulis.

Hal itu dipaparkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, M.Dimyati, ketika tampil sebagai pembicara kunci dalam Seminar Nasional bertema “Mencari Terobosan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Nasional “ yang digelar DRN di Auditorium Gedung BPPT II Jakarta, Senin (14/10).

Seminar yang digelar dalam rangka Sidang Paripurna II tahun 2016 tersebut, diikuti perwakilan sejumlah lembaga stakeholder Ristekdikti dari Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), anggota DRN maupun Dewan Riset Daerah. Nara sumber yang ditampilkan berasal dari berbagai lembaga, antara lain adalah Jumain Appe (Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti) memaparkan materi berjudul “Dukungan Kebijakan Riset dan Inovasi untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri; M Firmansyah Arifin (Direktur Utama PT PAL) dengan materi berjudul “Dukungan Kebijakan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Perkapalan”; Tri Hardono (dari PT INKA) memaparkan materi berjudul “Dukungan Kebijakan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Perkeretaapian”; dan Ahmad Sobandi (dari PT Krakatau Posco) memaparkan materi berjudul “Dukungan Kebijakan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Baja”.

Dimyati mengatakan, DRN dibentuk untuk membantu pemerintah dalam merumuskan arah, prioritas utama, dan kerangka kebijakan pemerintah di bidang penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sebagai gudang pakar, DRN diharapkan dapat secara aktif mengkaji berbagai aspek perkembangan Iptek yang diperlukan untuk mengatasi berbagai permasalahan pembangunan nasional,” jelas Dimyati.

Dalam kesempatan ini, Dimyati juga memaparkan berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia, seperti rendahnya daya saing dan rendahnya dana riset. Menurut Dimyati, kualitas lembaga riset di Indonesia memang terjadi peningkatan, demikian juga kolaborasi antara industry dan perguruan tinggi. Namun, tegas Dimyati, Indonesia harus bekerja lebih keras dan cerdas, serta meningkatkan sinergi antar lembaga terkait. Sebab, jika dibandingkan dengan Negara lain, dunia iptek Indonesia masih tertinggal.

“Kita masih banyak tertinggal. Inovasi yang digunakan di dalam negeri, masih 58% berasal dari luar,” paparnya.

Ketua DRN Bambang S mengatakan, seminar ini merupakan upaya DRN untuk menghimpun pemikiran dan rumusan kebijakan yang akan diserahkan kepada pemerintah melalui Menteri Riset Teknologi dan dan Pendidikan Tinggi. Kenapa mengambil tema “Mencari Terobosan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Nasional“? Menurut Bambang, selain sesuai Nawa Cita ke enam Presiden RI, daya saing adalah parameter pembangunan yang diturunkan dan terkait paling signifikan dengan Riset dan Inovasi. (SUT)

Pengumuman Finalis Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) Tahun 2016

Yth. Pembantu Rektor/Wakil Rektor/Pembantu Ketua/Pembantu Direktur
Bidang Kemahasiswaan
Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik (terlampir)
di tempat

Sehubungan dengan telah selesainya evaluasi laporan kemajuan calon peserta Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) Tahun 2016, dengan hormat kami sampaikan tim yang dinyatakan LOLOS sebagai finalis dan berhak mengikuti babak final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional. Babak Final akan dilaksanakan tanggal 30 November s.d 01 Desember 2016 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, setelah melakukan pendaftaran ulang.

Formulir daftar ulang dapat diperoleh melalui laman http://roboboat2016.ppns.ac.id. dan Sekretariat Panitia Pelaksana KKCTBN Tahun 2016, di Direktorat Kemahasiswaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Gedung Direktorat PPNS Lantai 1, Jl. Teknik Kimia Kampus Sukolilo, Surabaya 60111, telp. 031-5947186, fax. 031-5925524.

Formulir daftar ulang yang telah diisi dikirimkan ke Panitia KKCTBN Tahun 2016, paling lambat tanggal 26 Nopember 2016 pukul 16.00 WIB, melalui laman http://roboboat2016.ppns.ac.id atau fax. 031 5925524.
Selamat atas keberhasilan tim saudara yang berhasil lolos menjadi finalis.

Direktur Kemahasiswaan,

ttd
Didin Wahidin

Tembusan :
1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan;
2. Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi ybs;
3. Ketua Panitia KKCTBN Tahun 2016;
4. Dosen Pembimbing Tim KKCTBN Tahun 2016.

Lampiran :

KKCTB 2016 Publish Finalis

Komisi III DPRD Kalsel Adakan Kunjungan Kerja Ke Kemenristekdikti

Sebagai upaya peningkatan penelitian dan pengembangan di daerah serta dalam rangka konsultasi program kerja Tahun Anggaran 2017, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadakan kegiatan kunjungan kerja ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Jumat (11/11). Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Bardiansyah, diterima langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Hadirin Suryanegara, bersama Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule, dan jajarannya di kantor Kemenristekdikti Jakarta. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Syafruddin H. Maming beserta para anggota, juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalsel, Ngadiman beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Hadirin mengungkapkan harapannya agar dari kunjungan kerja ini dapat terbangun suatu sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif daerah Kalsel dengan Kemenristekdikti. Demikian halnya dengan Ophirtus yang mengungkapkan kebanggaannya dapat menerima kedatangan para wakil rakyat dari Kalsel, dan berharap agar Kalsel mampu menjadi daerah yang terdepan dalam membangun kesejahteraan melalui kegiatan kelitbangan dan program-program inovasi di daerah.

“Kegiatan inovasi dapat berlangsung dengan baik, apabila terjadi sinergi antara semua pemangku kepentingan, baik di daerah maupun di pusat. Pemerintah daerah bersama lembaga legislatif juga diharapkan dapat memperkuat regulasi yang dibutuhkan, sehingga proses inovasi dapat berlangsung dengan baik,” ujar Ophirtus. Ia juga menekankan bahwa dalam merancang program inovasi, pemerintah daerah dan lembaga legislatif dapat mengarahkan pada inovasi yang berbasis komoditas potensial di daerah setempat, yang tidak terpisahkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menganggapi hal tersebut, perwakilan dari Komisi III DPRD Provinsi Kalsel menyampaikan beberapa hal antara lain mengenai potensi-potensi yang dimiliki oleh Kalsel seperti lahan kelapa sawit yang jumlahnya mencapai 800 ribu hektar, dimana potensi tersebut dapat disinergikan dengan pembangunan peternakan untuk menyelesaikan masalah kebutuhan daging nasional. Selain itu, kondisi Kalsel yang memiliki tambang batu bara terbesar kedua di Indonesia, juga membutuhkan adanya pembangkit tenaga listrik yang dibangun di mulut tambang. Ada pula potensi lain yang dimiliki seperti tanaman spesifik pohon gaharu, serta industri kerajian di kota Martapura yang dinilai memerlukan strategi pengembangan.

Dari pertemuan tersebut, Kepala Balitbangda Kalsel Ngadiman berjanji akan membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, untuk mendiskusikan program-program pengembangan inovasi di Kalsel. Lebih lanjut, pertemuan menyepakati bahwa Balitbangda akan menginisiasi sebuah pertemuan yang melibatkan berbagai pihak, baik dari pusat maupun daerah, untuk mendiskusikan program-program inovasi yang akan dikembangkan dan dikawal oleh lembaga legistlatif setempat. (PSP)

Di Tengah Musim Dingin, Peserta ‘Joint Curriculum’ dari Prodi S-2 Kajian Pariwisata Unud Disambut Hangat di Stralsund Jerman

Joint curiculum UnUdJerman – Belmawa.  Lima mahasiswa Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud mengikuti Program Joint Curriculum/Transfer Kredit ASEAN & EROPA/ASEM di jurusan Tourism Development Strategies, University of Applied Sciences Stralsund, sekitar tiga jam di luar kota Berlin. Program ini dibiayai oleh Direktorat Jenderal Belmawa Kemenristekdikti.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Dewa Putu Bagus Pujawan Putra, Ni Putu Diah Prabawati, Reinaldo Rafael Laluyan, Ni Putu Rika Sukmadewi, dan Gusti Ngurah Agus Adi Putra. Mereka adalah mahasiswa semester III, yang sedang dalam proses menyusun proposal untuk tesis. “Mereka belajar pariwisata termasuk untuk mencari materi untuk menyusun proposal dan tesis,” ujar Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Unud, Prof. I Nyoman Darma Putra.

Kesan-kesan  mereka ketika pertama diterima di kampus University of Applied Sciences Stralsund.

Salju Dingin, Penyambutan Hangat. Hari yang dingin memang tidak bisa terlepas dari kawasan Eropa apalagi di bulan November di mana kita sudah melihat salju pertama pada tanggal 8 November 2016. Benar-benar pengalaman yang luar biasa dan memang benar pendapat yang menyatakan bahwa wisatawan mencari sesuatu yang berbeda dari tempat asalnya.

Di hari yang sama pula kita disambut oleh civitas Fachhochschule Stralsund prodi Trourism Development Strategies (TDS). Acara ‘Selamat Datang’ berlangsung di di Mensa Room, Haus 3 pukul 14.30. Kami diantar oleh Caroline menuju tempat penyambutan ini. Pada ruangan tersebut, hadir mahasiswa dan staf serta dosen pengajar pada program TDS. Meski di luar dingin dan bersalju, di dalam terasa hangat, entah karena penghangat ruangan. Suasana sambutan yang hangat menjadikan dingin musim salju yang turun di luar sana jauh terhalau.

Acara dibuka oleh wakil rektor Fachhochschule Stralsund Prof. Dr. Engel. Selanjutnya sambutan dari Head of International Academic Service Ms. Antje Pedde, Head of Communication Dr. Katia Glaser, TDS Project Manager Mrs. Steffi Wallenburger serta semua dosen yang hadir pada saat itu Prof. Dr. Werner Gronau, Prof. Dr. Wolfgang  Scherl dan tidak ketinggalan sambutan dari Prof. Dr. Thomas Rasmussen, ketua program studi.

Peluang Double Degree. Prof. Thomas  Rasmussen sangat senang akan kedatangan kami dan berharap ke depannya program kerja sama dengan Universitas Udayana bisa menjadi semacam double degree (1+1) sehingga akan semakin banyak mahasiswa yang dikirim dari kedua universitas untuk mendapat pengalaman dan wawasan pariwisata yang lebih komprehensif.

Setelah sambutan dari rektor, staff dan dosen yang hadir dilanjutkan dengan perkenalan kami berlima. Pada  saat perkenalan momen yang paling menarik sebagian besar dari mereka tidak pernah mendengar tentang Indonesia, apalagi pulau lainnya selain Pulau Bali. Adapun yang menanyakan pada kami Indonesia itu di mananya Bali, sungguh kaget saya pribadi dan merenung akan kepariwisataan Indonesia.

Hampir ketinggalan kala itu untuk memberikan cindera mata dari Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt yakni sebuah buku yang disuntingnya bersama Siobhan Cambpell dengan judul Recent Developments in Bali Tourism: Culture, Heritage, and Landscape in an Open Fortress (2015) kepada Prof Thomas Rasmussen sebagai simbol kerja sama akademik yang diterima dengan senang hati. “Ke depan menjadi cita-cita bersama dalam banyak hal tidak hanya joint curriculum,” ungkap Prof Rasmussen.

Kudapan Khas Stralsund. Kudapan khas ini dinikmati pada acara bebas yakni menikmati kudapan khas Stralsund yaitu cookerin, semacam kue yang berisi buah anggur dan butter yang di-oven sehingga memiliki cita rasa asam dan manis (susah diungkapkan dan mesti dirasakan sendiri).Joint curiculum UnUd1

Suasana penerimaan yang hangat walau di luar salju dingin menusuk. Kami membaur dengan mahasiswa untuk saling kenal dan berdiskusi dengan beberapa dosen yang ada. Adapun tradisi unik yang dimiliki oleh prodi TDS di mana dalam mengapresiasi sesuatu  mereka tidak melakukannya dengan bertepuk tangan melainkan mengetuk meja layaknya mengetuk pintu namun lebih cepat. Pariwisata memang menyuguhkan keunikan dari suatu destinasi tidak hanya perbedaan tempat, waktu, atau cuaca.

Acara ditutup dengan foto bersama dan ajakan untuk bergabung pada kelas selanjutnya.( Dewa Putu Bagus Pujawan, Angkatan 2015/editor/HKLI)

Pengumuman Pemenang Seleksi Hibah Penyusunan Kurikulum dan Modul Matakuliah Bermuatan Pendidikan Karakter Kebangsaan dan Berorientasi KKNI

Yth. Rektor Universitas/Insitut
Ketua Sekolah Tinggi
(daftar terlampir)

Sehubungan dengan pelaksanaan Program Hibah Penyusunan Kurikulum dan Modul Matakuliah Bermuatan Pendidikan Karakter Kebangsaan dan Berorientasi KKNI (KMPKK KKNI),  dengan hormat bersama ini disampaikan bahwa berdasarkan hasil seleksi yang telah dilaksanakan oleh Tim yang ditunjuk, diperoleh hasil sebagaimana tertera pada lampiran. Bagi program studi yang berhasil lolos kami ucapkan selamat dan mohon segera mengirimkan  data kontrak kerja sebagai berikut:

  1. Nama Pimpinan /Pejabat penandatangan kontrak
  2. NIP/Jabatan
  3. Institusi
  4. Alamat perguruan tinggi
  5. NPWP institutsi (copy NPWP)
  6. Nama Bank dan nomor rekening perguruan tinggi (dilengkapi dengan foto copy rekening)

Selain itu kami informasikan bahwa, agar tercapai tujuan maksimal dari pelaksanaan hibah, kami akan melakukan bimbingan teknis penyusunan dokumen kurikulum dan modul, serta pelaksanaan teknis program hibah yang akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal     : Jumat  s.d Sabtu, tanggal 11 s.d 12  Nopember 2016
Waktu              : Jumat  mulai Pukul 14.00 s.d Sabtu sampai pukul 12.00 WIB
Tempat            : Hotel JW Marriot

Jl Embong Malang – Surabaya

Untuk itu kami mohon kehadiran Ketua Pelaksana hibah KMPKK KKNI  untuk mengikuti dan berperan aktif dalam  bimtek tersebut dengan membawa Laptop dan bahan sebagai berikut :

  1. Dokumen lengkap struktur kurikulum mengacu pada tabel berikut:
No.Struktur Kurikulum Data Pendukung
1Identitas Program StudiMenuliskan identitas program studi meliputi: Nama PT, Fakultas, Prodi, Akreditas, Jenjang Pendidikan, Gelar Lulusan, Visi dan Misi
2Kondisi saat iniMenggambarkan kurikulum yang saat ini sedang digunakan, metode pembelajaran, evaluasi dan rasionalisasi perubahannya –> untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah pelaksanaan hibah sesuai dengan KPT dan modul siap diimplementasikan.
3Standar Kompetensi Lulusan yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran LulusanMerumuskan SKL/CPL :
Perumusan mengacu pada KKNI dan SNDIKTI
CPL terdiri dari aspek:
Sikap, Ketrampilan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan C7
4Penentuan Bahan KajianMenggambarkan Body of Knowledgesuatu program studi yang akan dikembangkan menjadi bahan kajian
5Pembentukan Mata Kuliah dan Penentuan Bobot sksSebuah atau kelompok mata kuliah (blok) menjelaskan mekanisme pembentukannya dan perhitungan bobot sks (waktu beban belajar mahasiswa)
5Distribusi mata kuliah tiap semesterMenggambarkan peta penempatan mata kuliah secara logis dan sistematis sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan prodi. Distribusi mata kuliah disusun dalam rangkaian semester selama masa studi lulusan prodi
6Rencana Pembelajaran Semester (lengkap semua mata kuliah pada prodi tersebut)Menjelaskan Contoh Konkrit Rencana Tugas, Modul yang terkait, Instrumen Penilaian
7Mekanisme pelaksanaan kurikulum dan penjaminan mutu pembelajaranBagaimana prodi menjalankan kurikulum dan pembelajaran
  1. Membawa Modul mata kuliah bermuatan pendidikan karakter kebangsaan dan berorientasi KKNI yang akan dikembangkan dalam program hibah dimaksud.
  2. Membawa rincian Rencana Implementasi Pelaksanaan (RIP) hibah

Bagi perguruan tinggi  yang tidak lolos, kami sampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas usaha dan partisipasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Plt. Direktur Pembelajaran
Sekretaris Direktorat Jenderal,

ttd
Sutrisna Wibawa

Tembusan:

  1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
  2. Ketua Pelaksana Hibah KPT di perguruan tinggi

Lampiran :

Pengumuman Pemenang Hibah KMKK KKNI

tr, td{
border: 1px solid #ccc;
}

Menristekdikti Kejutkan Pahlawanti di Hari Pahlawan

GORONTALO – “Pemerintah hadir melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti)” bukan hanya sebuah kalimat yang dibicarakan, namun benar – benar nyata dilakukan. Dengan memberikan bantuan, subsidi bahkan pemberian beasiswa penuh dalam jumlah yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, ditujukan kepada anak didik kita yang memiliki prestasi akademiknya baik tetapi memiliki keterbatasan dari sisi ekonomi.

Siang itu, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016, dan menyapa mahasiswa bidikmisi, ADik Papua dan 3T di Universitas Negeri Gorontalo, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengunjungi rumah salah satu penerima beasiswa bidikmisi UNG Novia Pahlawanti Kadir. Haru tangis bahagia menyambut Menteri Nasir yang pada saat itu hadir bak pahlawan pendidikan membawa komputer jinjing untuk mendukung proses pembelajaran Novia yang biasanya hanya bisa mengerjakan tugas menggunakan komputer jinjing temannya. Tidak hanya itu, Menteri Nasir juga memberikan kue ulang tahun untuk Pahlawanti yang berulang tahun ke 20.

Mahasiswa yang memiliki cita – cita menjadi Guru Besar perguruan tinggi ini, berharap bisa menciptakan generasi – generasi bangsa agar bangsa Indonesia lebih maju. “InsyaAllah jika ada kesempatan saya juga akan melanjutkan studi S2, dan S3,” ujar Pahlawanti dihadapan awak media.

Pahlawanti, anak terakhir dari tiga bersaudara ini merasa beruntung mendapatkan beasiswa bidikmisi. Sejak SMA dirinya ingin berkuliah disalah satu perguruan tinggi negeri, namun karena keterbatasan ekonomi Pahlawanti mencari informasi beasiswa. “Saya sangat bersyukur sekali adanya program pemerintah seperti beasiswa bidikmisi ini, awalnya saya mendapat informasi dari sekolah saya di SMA Negeri 2 Gorontalo dan daftar melalui internet dan Alhamdulillah lulus,” jelasnya.

Pahlawanti juga merupakan anak yang pintar karena mendapat IPK 3,6, selain itu dirinya juga membantu ibunya berjualan mainan anak dirumah untuk menambah biaya hidup sehari – hari karena ayah Pahlawanti telah dipanggil yang Maha Kuasa.

Menteri Nasir berharap hadiah yang diberikan kepada Novia dapat bermanfaat. “Semoga komputer jinjing ini dapat bermanfaat untuk belajar, dan uangnya jangan buat beli pulsa, bisa buat beli sepeda untuk pergi ke kampus, dan semoga makin pintar terus ditingkatkan lagi prestasinya,” pesan Nasir sembari pamit untuk kembali ke Jakarta. (NF/FLH)

Pengumuman short-listing seleksi umum paket pekerjaan equipment consultant paket 4

PENGUMUMAN SHORT-LISTING SELEKSI UMUM PAKET PEKERJAAN
EQUIPMENT CONSULTANT PAKET 4

1. Project Management Unit (PMU) untuk Development of Education in Seven Universities yang selanjutnya disebut sebagai pengguna jasa konsultansi mengundang penyedia jasa Equipment Consultant (EQC) yang memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang masih berlaku tahun 2016 untuk mengikuti Short-Listing Seleksi Umum paket pekerjaan sebagai berikut:

No.

Paket Pekerjaan

Lokasi

Sumber Dana

1.

Equipment Consultant Paket 4

Universitas Syiah Kuala

Saudi Fund for Development (SFD) Loan No. 9/612

2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen Short-Listing:
a. Hari/Tanggal :Rabu, 9 November 2016 s/d Kamis, 8 Desember 2016 (hari kerja)
b. Waktu : 09.30 – 16.00 WIB
c. Tempat : Panitia Seleksi Jasa Konsultansi kegiatan Development of Education in Seven Universities, Ditjen Belmawa, Kemristekdikti
d. Alamat : Jl. Tirtayasa Raya No.12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160

3. Pemasukan dokumen Short-Listing yang telah disi paling lambat diterima pada:
a. Hari/Tanggal :Jumat, 9 Desember 2016 (hari kerja) pukul 16.00 WIB
b. Ditujukan Kepada : Panitia Seleksi Jasa Konsultansi kegiatan Development of Education in Seven Universities, Ditjen Belmawa, Kemristekdikti
c. Alamat :Jl. Tirtayasa Raya No.12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160
Pemasukan setelah pukul 16.00 WIB tidak akan dilayani.

4 Calon peserta seleksi yang berminat wajib mengisi dan menandatangani Pakta Integritas sesuai dengan formulir yang terdapat dalam dokumen Short-Listing.

5. Syarat pendaftaran dan pengambilan dokumen adalah dengan membawa kartu identitas pendaftar dan surat kuasa dari pimpinan perusahaan.

6. Hal-hal yang belum jelas dapat dilihat pada Papan Pengumuman di tempat pendaftaran
dan dapat ditanyakan langsung kepada Panitia Seleksi melalui email pengadaan7in1@ristekdikti.go.id

Jakarta, 9 November 2016
Panitia Seleksi

Lampiran :

Iklan EQC P4-9nov16

1 16 17 18 19 20 28